Laman

Sabtu, 20 Oktober 2012

Penyebab Kekeringan dan Segala Permasalahannya

Walaupun perubahan iklim diharapkan akan memicu pada bertambahnya curah hujan dalam skala global, namun waktu dan penyebaran hujan juga akan berubah dan dapat menyebabkan kemungkinan bertambahnya kekeringan di beberapa wilayah. Detail perubahan iklim sangat sulit untuk diprediksi. Sebagian besar dikarenakan efek iklim wilayah tergantung kepada skala pola sirkulasi atmosfer. Kekeringan menjadi permasalahan global yang tidak dapat diprediksi sama seperti perubahan iklim yang juga tidak dapat diprediksi. Walau sulit ditanggulangi, setidaknya kita mengetahui beberapa jenis kekeringan sehingga dapat memikirkan solusi jauh sebelum kekeringan melanda. Karena kekeringan akan berdampak sangat buruk bagi para penduduknya.

Rendahnya jumlah curah hujan bukanlah satu-satunya faktor yang mengakibatkan kondisi kekeringan. Terdapat beberapa faktor yang dapat mengakibatkan kekeringan. Kekeringan pun dibagi menjadi beberapa tipe sesuai dengan faktor penyebabnya. Beberapa diantaranya adalah kekeringan meteorologi, kekeringan hidrologi, kekeringan dalam faktor ekonomi dan juga kekeringan pertanian. Kekeringan meteorologi merupakan kekeringan yang diukur dengan jumlah curah hujan yang sangat rendah sehingga menyebabkan suatu daerah menjadi kering. Kekeringan hidrologi merupakan kekeringan yang diukur dari jumlah air yang tersedia di permukaan tanah maupun di dalam tanah. Kekeringan pertanian adalah kekeringan yang diukur dari efek kekeringan meteorologi terhadap pertanian. Kekeringan dalam faktor ekonomi atau “economical drought” adalah kekeringan yang diukur dari ketidakmampuan mendapatkan air ketika dibutuhkan dan bukan karena tidak adanya air disekitar kita. Kekeringan ekonomi biasanya terjadi di daerah-daerah yang mengharuskan membeli air dikarenakan air bersih tidak sampai pada daerah tersebut. Beberapa tipe kekeringan saling berhubungan dengan satu sama lain, dan setiap negara memiliki perbedaan kekeringan yang levelnya berbeda satu sama lain. Sebuah laporan menyebutkan bahwa kekeringan meteorologi pernah dialami di sebelah selatan bagian Inggris pada tahun 2011 yang langsung memacu pada kekeringan hidrologi karena air dalam penyimpanan tanah menjadi sangat rendah. Ketika curah hujan meningkat di musim semi 2012, kondisi kekeringan hidrologi tetap terjadi karena sistem penyimpan air di dalam tanah masih harus diisi kembali. Kekeringan meteorologi juga sering terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Berkurangnya curah hujan dan lebih lamanya musim kemarau membuat tanah menjadi kering dan udara menjadi lebih panas.

Perubahan iklim yang tidak menentu menyebabkan kekeringan semakin menjadi sering. Polusi udara juga mempengaruhi perubahan iklim sehingga kekeringan tidak dapat dihindari. Selain kekeringan meteorologi, kekeringan pertanian, dan kekeringan hidrologi, di Indonesia juga sering mengalami kekeringan ekonomi. Banyak daerah di Indonesia yang masih termasuk daerah sulit air karena tidak adanya sumber air bersih di daerah tersebut. Pemasokan air dari pemerintah pun tidak berjalan lancar dikarenakan beberapa akibat seperti sulitnya mencapai daerah tersebut atau memang karena ketidak mampuan ekonomi warga di daerah tersebut yang menyebabkan daerah tersebut kekurangan air. Pemerintah Indonesia selalu berupaya menyelesaikan masalah kekeringan dengan sebaik mungkin agar tidak ada lagi daerah di Indonesia yang memiliki kekeringan ekonomi. Namun masalah kekeringan yang diakibatkan oleh perubahan iklim tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah maupun kita. Kita hanya bisa mengatur pola penyimpanan air agar siap menghadapi musim kemarau dan menghindari kekeringan. Mengurangi polusi juga sedikit dapat mengatasi masalah kekeringan. Polusi udara dapat merusak atmosfer dan atmosfer dapat mempengaruhi perubahan iklim yang mengakibatkan seberapa banyak jumlah curah hujan yang bisa turun di suatu daerah.